Dalam situasi penentu, SMK Angkasa 1 tampil tenang dan sukses memanfaatkan kesalahan SMAN 2 Barabai yang sedang berduel dengan SMK Kesatrian Purwokerto. Kendati SMAN 2 Barabai menang adu mekanik, tetapi kondisi mereka tidak menguntungkan ketika memasuki momen terakhir.

SMAN 2 Barabai telat masuk zona terakhir yang sudah dihuni duluan oleh SMK Angkasa 1. Terlebih lagi mereka hanya menyisakan tiga pemain, sehingga membuatnya kalah duel dari SMK Angkasa 1 yang mana skuadnya masih lengkap.

Berkat keberhasilan tersebut, SMA Angkasa 1 pun tidak hanya menyandang gelar sekolah dengan pemain Free Fire terkuat di Indonesia, tetapi juga mendapatkan dana pendidikan sebesar Rp 30 juta. Selain itu, mereka juga memperoleh beasiswa kuliah gratis dari Universitas Nasional dan lolos ke babak Play-Ins Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2027 Spring.

Sementara tim lain di peringkat tiga besar juga mendapatkan dana pendidikan serta beasiswa kuliah dari UNAS, masing-masing 70 persen untuk peringkat kedua dan 50 persen untuk peringkat ketiga. Adapun, tim finalis lainnya memperoleh gratis biaya formulir pendaftaran di UNAS.