"Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, negara kita adalah negara yang menghargai kontrak, aturan. Jadi jangan ajari Indonesia terhadap komitmen untuk menjaga, menghargai kontrak. 31 yang kita potong itu adalah masih di batas kontrak minimum," tegas Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Bahlil yang juga menjabat Menteri ESDM meminta Singapura maupun pihak lain yang bekerja sama dengan Indonesia untuk saling menghormati dalam hubungan antar negara.

"Pemerintah Indonesia sangat menghargai aturan, apalagi Menteri ESDM-nya. Sangat menghargai aturan sekali. Tapi saya juga minta jangan di saat bersamaan kalian minta menghargai, susah minta dihargai, senang mengolok-olok negara lain, gimana itu? Jadi di sinilah asas kebersamaan kita. Jadi kita harus equal treatment," ujar Bahlil.

Adapun Bahlil mengatakan pengurangan eskpor gas ke Singapura tersebut dilakukan karena dua faktor. Pertama, adanya pemeliharaan fasilitas. Kedua, yakni meningkatnya kebutuhan gas dalam negeri.

"Dan ini terjadi karena pertama adalah terjadi pemeliharaan, shutdown. Yang kedua adalah memang ada kebutuhan domestik," terangnya.