"Jadi ini nanti, proses ini bukan hanya sekedar proses untuk menambah, mengurangi, ya memposting tanpa izin, tetapi juga ada proses pengembangannya lagi ya," lanjutnya.

Andri menyebut pihaknya sedang menghitung berbagai kerugian yang diklaim dialami Ci Mehong, termasuk dampak terhadap akun media sosial serta kerugian yang bersifat immaterial.

"Proses pengembangannya itu adalah bagaimana nanti pencemaran nama baik yang berakibat suatu kerugian untuk Ci Mehong. Secara follower-nya dia rugi ya karena turun ya, yang kedua kerugian juga untuk viewer ya, untuk yang melihat semua, ya itu juga rugi juga," katanya.

"Ya terus tadi juga sudah dijelaskan adalah kerugian secara immateril ya. Jadi yang itu tidak bisa diukur ya. Jadi stres ya, jadi harusnya saat ini beliau udah harus ada di Padang ya, dan saat ini harus... meng... apa namanya, untuk diwawancarai gitu kan. Jadi kerugian ini bener-bener sangat panjang sekali, sangat banyak sekali yang dialami oleh Ci Mehong," sambung Andri.

Ci Mehong sendiri mengaku perkara tersebut memberikan dampak terhadap aktivitas maupun kondisi pribadinya. Ia mengatakan persoalan tersebut juga berkaitan dengan jejak digital yang menurutnya sulit untuk dipulihkan sepenuhnya.

"Kerugiannya... kerugian secara materil terus... tapi sebenarnya lebih ke... saya immateril ya, yang tidak bisa kita ceritakan... stres lah sayanya. Jadi kan itu... walaupun itu sudah di... udah lama, tapi kan itu ada rekaman jejak... jejak digital gitu," papar Ci Mehong.

Menurut pihak Ci Mehong, keberadaan konten yang telah tersebar di media sosial membuat persoalan tersebut tidak berhenti ketika unggahan awal ditangani. Mereka menilai rekam digital yang sudah beredar dapat memberikan dampak berkepanjangan terhadap citra dan aktivitas bisnis.