SRMP 18 Lombok Barat saat ini memiliki 100 siswa yang didampingi 14 guru. Sekolah rintisan tersebut juga didukung tenaga wali asuh, wali asrama, hingga petugas dapur dalam menyelenggarakan pendidikan berbasis asrama.
Siswa kelas VIII SRMP Lombok Barat Muhammad Marzuki mengaku senang mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat, terutama saat mempelajari ilmu pengetahuan alam (IPA).
Siswa berusia 14 tahun yang bercita-bercita menjadi dokter itu berharap bisa terus melanjutkan sekolah hingga ke jenjang kuliah.
"Fasilitas sekolah rakyat sangat banyak. Saat awal masuk ke sini, saya tidak tahu bagaimana cara mempelajarinya," kata anak buruh tani yang pandai berbahasa Jepang tersebut.