Dengan kebutuhan beras nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan, total ketersediaan beras diperkirakan mencapai 25 juta ton.

Di sisi lain, pemerintah tetap menyiapkan langkah untuk menjaga kesinambungan produksi, khususnya di tengah kondisi El Nino yang masih terjadi saat ini. Kementan menyebut upaya mitigasi dampak El Nino meliputi pompanisasi, optimalisasi lahan, perbaikan irigasi, dan penggunaan benih tahan kekeringan.

Sementara di sisi distribusi dan keterjangkauan, pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan beras untuk periode Oktober-Desember 2026. Program ini menyasar sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat, dengan alokasi 10 kilogram beras per bulan atau total 30 kilogram untuk tiga bulan.

Penyaluran itu ditargetkan selesai sebelum Desember, dengan kebutuhan sekitar 1 juta ton beras.

Kemudian, Perum BULOG juga menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk memperkuat ketersediaan beras di pasar melalui sejumlah saluran, termasuk pasar rakyat, Gerakan Pangan Murah (GPM), Rumah Pangan Kita, jaringan ritel, dan mitra penyalur lainnya.

Upaya ini ditujukan agar stok yang tersedia dapat menjangkau daerah yang masih mengalami tekanan harga.

Berdasarkan pemantauan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada minggu ketiga Oktober 2026, harga cabai merah dan cabai rawit masih mengalami tekanan di sejumlah daerah.