NADIKABAR.COM β Suzuki dikabarkan telah memiliki strategi besar untuk menghadapi perubahan industri otomotif yang semakin cepat, termasuk persaingan dengan produsen asal China yang semakin luas melalui pemangkasan waktu pengembangan kendaraan baru hanya menjadi 24 bulan lamanya pada 2030.
CarsCoops, pada Rabu (30/9) waktu setempat melaporkan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari Technology Strategy 2026 untuk 10 tahun ke depan.
Suzuki menyebut, percepatan pengembangan diperlukan agar perusahaan dapat lebih cepat merespons perubahan kebutuhan konsumen dan kondisi pasar.
Untuk mencapainya, Suzuki akan meningkatkan efisiensi pengembangan sebesar 30 persen dan efisiensi produksi hingga 50 persen.
Digital engineering dan penggunaan komponen modular, dinyatakanΒ oleh Suzuki akan menjadi bagian penting dari strategi tersebut.
Suzuki juga menyiapkan strategi elektrifikasi dengan pendekatan multi-jalur. Salah satunya melalui pengembangan e-Axle modular yang dapat digunakan pada mobil listrik murni, hybrid seri, hingga kendaraan range extender ringan.
Pada sistem Series HEV, mesin pembakaran internal akan berfungsi sebagai generator untuk memasok energi ke motor listrik. Teknologi tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi REEV Light dengan kemampuan pengisian daya eksternal dan baterai yang dibuat lebih sesuai kebutuhan.
Selain elektrifikasi, Suzuki tetap mempertahankan mesin pembakaran. Pabrikan ini tengah mengembangkan mesin bensin turbo direct injection yang ditujukan untuk pasar seperti India dan berpotensi tersedia dalam versi CNG.
Suzuki juga sudah menyiapkan strategi efisiensi termal mesin, yang juga akan ditargetkan meningkat dari sekitar 40 persen menjadi 50 persen.
Suzuki turut mengejar pengurangan bobot kendaraan melalui program S Light. Perusahaan menargetkan, adanya pengurangan bobot 100-120 kg per kendaraan untuk mengimbangi tambahan bobot akibat regulasi keselamatan dan emisi yang lebih ketat.
Strategi tersebut juga memperkuat posisi India, sebagai basis produksi dan ekspor. Suzuki menargetkan kapasitas produksi tahunan di India, akan mencapai sekitar 4 juta kendaraan mulai 2030.
Dengan siklus pengembangan yang lebih singkat, teknologi modular, elektrifikasi multi-jalur, serta kendaraan yang lebih ringan, Suzuki berupaya mengejar ritme industri yang semakin cepat dan menghadapi persaingan baru dari produsen otomotif China.