Pendekatan tersebut memungkinkan Telkom memanfaatkan perkembangan teknologi global tanpa menyerahkan kendali operasional sepenuhnya kepada satu penyedia. Saat ditanya mengenai kemungkinan Telkom menjadi penggerak ekosistem kedaulatan digital, Nanang menyatakan kesiapannya.
"Telkom punya team, punya data center, punya cloud, dan platform di atasnya mestinya bisa sebagai starting point bagaimana kita mulai kedaulatan digital di Indonesia," ujarnya.
Meski demikian, pengembangan infrastruktur dan platform digital tersebut membutuhkan dukungan pemerintah serta pasar. Ia menilai komitmen industri juga diperlukan agar ekosistem teknologi lokal dapat tumbuh.
Ia mengakui, pengembangan AI masih menghadapi tantangan dari sisi bisnis. Karena itu, dukungan pasar dibutuhkan agar layanan dan platform AI dapat berkembang serta dimanfaatkan lebih luas. Selain aspek bisnis, keamanan juga menjadi perhatian dalam pengembangan layanan digital dan AI.
"Faktor security itu menjadi sangat mandatori yang harus kita siapkan sebagai bangsa yang akan mengonsumsi kebutuhan data internet maupun AI-nya," sebutnya.