NADIKABAR.COM — Konsumsi kafein sebelum berolahraga dapat membantu meningkatkan performa sprint selama beberapa jam, menurut penelitian terbaru dari Universitas Tsukuba, Jepang.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise itu menemukan bahwa satu dosis kafein dapat meningkatkan daya rata-rata saat melakukan sprint berulang, dengan efek yang masih terukur hingga 3,5 jam setelah dikonsumsi.

Mengutip Psychology Today, Jumat (9/10) waktu setempat, penelitian tersebut melibatkan 12 orang dewasa muda yang sehat. Mereka mengikuti dua pengujian secara acak dengan metode tersamar ganda, yakni satu kali mengonsumsi kafein dan satu kali menerima plasebo atau zat pembanding tanpa kandungan aktif yang diuji.

Peserta menerima kafein sebanyak 5,5 miligram per kilogram berat badan. Sekitar 60 menit kemudian, mereka menjalani serangkaian tes bersepeda yang mencakup aktivitas intensitas sedang dan sprint singkat berulang.

Hasilnya menunjukkan daya rata-rata sprint meningkat sekitar 0,5 hingga 2,4 persen setelah konsumsi kafein dibandingkan dengan plasebo. Daya puncak saat sprint pada sesi kedua dan ketiga juga meningkat hingga 3,7 persen.

Peserta turut melaporkan tingkat kelelahan yang dirasakan dan nyeri otot kaki yang lebih rendah ketika melakukan aktivitas intensitas tinggi. Peneliti juga menemukan peningkatan kadar noradrenalin dalam plasma darah, yaitu zat kimia yang berperan dalam respons tubuh terhadap aktivitas fisik dan stres.

Meski demikian, hasil penelitian tersebut perlu ditafsirkan secara hati-hati karena jumlah pesertanya masih terbatas. Pengujian juga berfokus pada sprint berulang menggunakan sepeda, sehingga hasilnya belum tentu berlaku sama untuk semua jenis olahraga atau kelompok usia.

Dosis yang digunakan pun tergolong tinggi. Pada seseorang dengan berat badan sekitar 70 kilogram, dosis 5,5 miligram per kilogram setara dengan sekitar 385 miligram kafein.

Kafein dapat menimbulkan efek samping, seperti jantung berdebar, gelisah, dan gangguan pencernaan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Zat tersebut juga dapat mengganggu tidur apabila dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu istirahat.

Karena itu, konsumsi kafein sebelum berolahraga perlu disesuaikan dengan toleransi dan kondisi kesehatan masing-masing orang. Temuan ini menunjukkan potensi kafein dalam mendukung performa sprint, tetapi belum cukup untuk menjadi dasar anjuran agar semua orang mengonsumsinya sebelum latihan.

Penerjemah: Farika Nur Khotimah