Hasil analisis menunjukkan peningkatan kekuatan cenderung mencapai titik jenuh setelah sekitar dua set langsung dalam satu sesi. Sementara itu, pertumbuhan otot menunjukkan pola peningkatan yang berbeda berdasarkan jumlah set fraksional.
Anggota Sports Medicine Fellowship Program di University of California, Los Angeles (UCLA) Jeremy Swisher mengatakan kualitas dan intensitas latihan lebih berpengaruh daripada sekadar memperbanyak jumlah set.
"Kualitas dan intensitas usaha lebih penting daripada jumlah latihan semata," ujar Swisher.
Ia menjelaskan bahwa set latihan yang dilakukan dengan intensitas tinggi dapat merekrut lebih banyak serat otot dan merangsang proses pembentukan kekuatan. Sebaliknya, penambahan set secara berlebihan berpotensi meningkatkan kelelahan dan memperpanjang waktu pemulihan.