"Apa yang sebenarnya beliau lakukan? Yang sebenarnya beliau lakukan adalah mengembalikan kredibilitas fiskal di tengah turbulensi," tuturnya.
Ia mengatakan pada 1966, Frans Seda menerapkan konsep anggaran berimbang. Ia menyesuaikan belanja terhadap kemampuan pemerintah mengumpulkan pendapatan negara dan berani mengambil keputusan yang sulit.
Suahasil mengatakan saat itu Frans Seda melakukan penyesuaian harga BBM, menertibkan anggaran dan sektor perbankan sebagai bagian dari perekonomian. Kondisi itu, kata Suahasil, masih relevan dengan kondisi saat ini.
"Itu bahasa teknisnya adalah konsolidasi fiskal. Ini tahun 1966, 60 tahun kemudian masih relevan," katanya.