NADIKABAR.COM — Hacker Korea Utara sedang menjadi sorotan karena diduga sebagai dalang pencurian kripto di platform Binance senilai USD 6,3 miliar atau sekitar Rp 114 triliun. Rupanya hacker menjadi profesi idaman di Korea Utara walaupun banyak tekanan.
Menurut informasi dari pembelot dan analis, Korea Utara memiliki program pendidikan yang setiap tahunnya memilih 200 siswa sekolah menengah paling cerdas untuk mempelajari teknik komputer. Program ini sudah berjalan selama satu dekade lebih.
Seleksi kandidat dimulai dari sekolah menengah sejak usia 11 atau 12 tahun. Pihak berwenang kemudian memilih sekitar 150 hingga 200 anak setiap tahun untuk mempelajari ilmu komputer.
Pada usia 17 tahun, para siswa berprestasi terbaik dikirim ke universitas-universitas terbaik di Korea Utara dan menjalani seleksi lebih lanjut. Kandidat yang lolos akan bergabung ke unit siber militer Korea Utara sebagai hacker.