Kalau operasi peretasan mereka berhasil, hacker Korea Utara dapat membawa pulang 30% dari total keuntungan perampokan dalam mata uang dolar AS. Beberapa hacker bahkan menerima apartemen di ibukota negara Pyongyang di mana orang tua mereka juga dapat tinggal bersama.

Lim mengatakan apartemen yang diberikan kepada hacker luasnya mencapai 132 meter persegi. Selain itu, hacker juga berhak menjadi anggota partai yang berkuasa dan menikai anggota keluarga elit.

Meski terlihat menjanjikan, lingkungan kerja hacker Korea Utara tidak kondusif dan penuh tekanan, terutama yang diberi misi atau dikirim ke luar negeri. Mereka harus tinggal di ruang sempit, bekerja lebih dari 10 jam sehari, dan diawasi terus-menerus. Mereka juga harus memenuhi target bulanan, atau bersiap menghadapi penghinaan dan hukuman lainnya.

"Selalu ada tekanan untuk terus menghasilkan uang. Tekanannya sangat ekstrem, sehingga orang-orang memiliki masalah kesehatan yang sebelumnya tidak mereka miliki," kata Nam Bada, direktur eksekutif PSCORE.