Apa yang bisa dilakukan agar lebih mudah bangun?

Salah satu cara sederhana adalah memberi tubuh alasan untuk benar-benar bangun.

Begitu alarm berbunyi, cobalah duduk terlebih dahulu dan letakkan kedua kaki di lantai. Setelah itu, buka tirai atau keluar sebentar untuk mendapatkan paparan cahaya alami.

Cahaya merupakan salah satu sinyal penting bagi sistem sirkadian yang membantu tubuh mengenali waktu untuk terjaga. Menjaga waktu bangun tetap konsisten juga dapat membantu mengurangi rasa berat ketika memulai hari.

Minum air, mencuci muka, melakukan peregangan ringan atau berjalan beberapa menit juga dapat menjadi cara sederhana untuk membuat tubuh mulai bergerak.

Yang tidak kalah penting, jangan menjadikan tombol snooze sebagai strategi utama. Berkali-kali kembali tidur setelah alarm berbunyi dapat membuat proses bangun menjadi semakin terputus-putus dan tidak selalu membuat tubuh terasa lebih segar.

Sesekali merasa malas bangun tentu bukan masalah. Hampir semua orang pernah mengalaminya, terutama setelah tidur larut, kurang tidur atau harus bangun lebih pagi dari biasanya.

Namun, jika rasa sangat mengantuk dan sulit bangun terjadi hampir setiap hari meskipun sudah memberikan waktu tidur yang cukup, kondisi tersebut patut diperhatikan.

Kesulitan bangun yang sangat berat dapat ditemukan pada sejumlah gangguan tidur. Sleep inertia yang berlangsung sangat lama dan berat juga dapat muncul pada kondisi tertentu seperti idiopathic hypersomnia. Penelitian juga menemukan hubungan antara kesulitan bangun dan beberapa kondisi kesehatan mental, meski penyebabnya tidak bisa ditentukan hanya dari keluhan sulit bangun.

Jika rasa kantuk berat terus mengganggu pekerjaan, aktivitas harian, keselamatan saat berkendara atau kualitas hidup, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mencari penyebabnya.

Jadi, kalau pagi-pagi sudah bangun tetapi rasanya berat sekali meninggalkan kasur, belum tentu itu sekadar "mager". Bisa jadi tubuh memang sedang berada dalam fase transisi dari tidur menuju kondisi terjaga.

Tetapi jika kejadian tersebut terus berulang, jawabannya mungkin bukan menambah alarm, melainkan mengevaluasi kembali waktu tidur, jadwal harian dan kualitas tidur secara keseluruhan.