Kajian timnya juga menyoroti risiko terhadap produksi padi dan tekanan panas lingkungan. Pengukuran menggunakan indeks WBGT menunjukkan wilayah Kalimantan dan Papua memiliki kerentanan tinggi terhadap tekanan panas serta potensi peningkatan kebakaran hutan.
Berdasarkan hasil simulasi dan analisis dari 14 model iklim NASA NEX-GDDP, Erma menyebut ancaman kekeringan akibat El Nino diproyeksikan masih berlanjut hingga periode 2027-2028. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kewaspadaan jangka panjang dari berbagai pihak.
Sementara itu, Mark Merrifield dari Scripps Institution of Oceanography menyampaikan bahwa anomali suhu permukaan laut di Pasifik Khatulistiwa telah menunjukkan sinyal kuat menuju fase Super El Nino yang diperkirakan bertahan hingga awal 2027.
"Untuk musim Oktober hingga Desember 2026, terdapat peluang sebesar 75% bahwa fenomena ini akan menjadi peristiwa bersejarah yang kekuatannya melampaui rekor El Nino sebelumnya sejak tahun 1950-an," kata Mark dalam kesempatan yang sama.