NADIKABAR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus perdagangan nonmigas Indonesia pada Januari-Agustus 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan, dengan lemak dan minyak hewani/nabati, serta alas kaki menjadi bagian dari penyumbang utama.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Kamis menjelaskan surplus perdagangan nonmigas terutama berasal dari lemak dan minyak hewani/nabati sebesar 24,91 miliar dolar AS, bahan bakar mineral 18,84 miliar dolar AS, besi dan baja 12,10 miliar dolar AS, nikel dan barang daripadanya 8,38 miliar dolar AS, serta alas kaki 4,33 miliar dolar AS.
Dari catatan pihaknya juga, neraca perdagangan kumulatif Januari-Agustus 2026 masih mengalami surplus 7,25 miliar dolar AS, yang di antaranya didukung surplus pada Agustus 2026 sebesar 3,55 miliar dolar AS
“Surplus sepanjang periode Januari-Agustus 2026 ditopang oleh kinerja perdagangan komoditas nonmigas yang mencatat surplus 28,54 miliar dolar AS, sementara perdagangan komoditas migas masih mengalami defisit sebesar 21,29 miliar dolar AS,” jelas Ateng.
Adapun nilai ekspor kumulatif Januari-Agustus 2026 mencapai 193,64 miliar dolar AS, meningkat 4,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong ekspor nonmigas yang naik 5,48 persen menjadi 185,63 miliar dolar AS
Berdasarkan sektor, industri pengolahan mencatat nilai ekspor terbesar, yakni 159,55 miliar dolar AS atau meningkat 7,87 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Tiga negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia adalah Tiongkok atau China sebesar 47,44 miliar dolar AS atau 25,55 persen, Amerika Serikat 22,41 miliar dolar AS atau 12,07 persen, dan India 12,77 miliar dolar AS atau 6,88 persen.
Di sisi lain, nilai impor kumulatif Januari-Agustus 2026 mencapai 186,39 miliar dolar AS, naik 19,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut berasal dari impor nonmigas yang tumbuh 16,83 persen menjadi 157,09 miliar dolar AS dan impor migas yang meningkat 39,03 persen menjadi 29,30 miliar dolar AS
Menurut penggunaan, impor bahan baku/penolong menjadi komponen terbesar dengan nilai 133,38 miliar dolar AS atau naik 20,67 persen. Impor barang modal mencapai 36,75 miliar dolar AS atau meningkat 18,82 persen, sedangkan barang konsumsi tercatat 16,27 miliar dolar AS atau naik 15,48 persen.
China masih menjadi negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026 dengan nilai 66,64 miliar dolar AS atau 42,42 persen. Berikutnya Jepang sebesar 8,88 miliar dolar AS atau 5,65 persen dan Australia 7,31 miliar dolar AS atau 4,65 persen.