Bahlil mengatakan peluang ekspor listrik masih ada, asalkan harga yang ditawarkan cocok dengan apa yang diinginkan Indonesia.

"Selama harganya cocok! Selama harganya cocok, ikuti harga kita, memungkinkan, dong," ujar Bahlil yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM.

Jika harga yang ditawarkan tidak cocok, maka pasokan listrik dialihkan untuk kebutuhan domestik.