Instrumen ini terdiri dari susunan lima buah gendang berukuran sedang yang digantung berbaris pada rak penyangga khusus yang dilaras bernada Tingting, Paidua Tingting, Painonga, Paidua Odap, dan Odap-odap taganing yang berfungsi sebagai dirigen atau pengaba. Petikan dan pukulan kayu pada taganing memberi isyarat ritme yang mengatur jalannya alur musik serta memompa semangat para pemain lainnya.

Bagi masyarakat Batak Toba, musik Gondang adalah media sakral penghubung manusia dengan Sang Pencipta (Debata Mulajadi Na Bolon), sekaligus sarana penyampaian doa, pujian, dan persembahan.