"Kalau kita membayangkan kita harus buat semuanya sendiri, negara mana yang bisa? Amerika dengan keadidayaannya pun tidak bisa," ujarnya.
Ia menilai kedaulatan lebih tepat dimaknai sebagai kemampuan negara menentukan nasibnya sendiri, termasuk memiliki alternatif ketika harus menggunakan teknologi dari luar negeri.
Ilham mencontohkan layanan cloud yang memiliki sejumlah penyedia, seperti Google, Amazon Web Services (AWS), dan Cloudflare. Dengan banyaknya pilihan, Indonesia tidak harus bergantung sepenuhnya pada satu perusahaan. Menurutnya, prinsip tersebut juga berlaku dalam industri telekomunikasi yang memiliki sejumlah vendor, seperti Ericsson, Nokia, dan Huawei.