"Pengguna hanya perlu memusatkan perhatian pada tombol arah yang ditampilkan di layar untuk mengendalikan pergerakan kursi roda tanpa menggunakan tangan," jelas Xie Yuyang, Head of Brain-Computer Interface AiMOGA Robotics, dalam keterangan tertulis.
Menurut AiMOGA, sistem ini memiliki akurasi pengenalan perintah lebih dari 95% dengan latensi kurang dari tiga detik. Angka tersebut merupakan klaim perusahaan.
Teknologi ini ditujukan bagi orang dengan keterbatasan gerak tangan maupun tubuh yang tetap sadar dan mampu memahami instruksi.
"Tujuan awal kami mengembangkan produk ini adalah untuk memberikan kemudahan dan membuka lebih banyak kemungkinan bagi penyandang paraplegia tingkat tinggi, orang yang mengalami stroke, serta orang dengan gangguan mobilitas lainnya," ujar Xie.
Untuk penggunaan di luar kompetisi, kursi roda AiMOGA dilengkapi LiDAR dan kamera kedalaman. Keduanya mendukung navigasi berbasis peta serta deteksi dan penghindaran rintangan.