Perangkat ini juga menyediakan kendali layar sentuh, tombol berhenti darurat, dan pengambilalihan kendali secara manual. AiMOGA menyebut beragam opsi kendali itu disiapkan untuk berbagai skenario penggunaan.
Menurut AiMOGA, fitur penghindaran rintangan berbasis LiDAR dan navigasi peta dinonaktifkan selama kompetisi sesuai aturan. Perusahaan menyebut hasil lomba menunjukkan kemampuan sistem menangkap sinyal EEG, mengenali perintah, dan menggerakkan kursi roda pada tugas yang dilombakan.
Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh National Healthcare Security Administration of China bersama Pemerintah Provinsi Zhejiang. Sebanyak 415 tim berpartisipasi, termasuk dari Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Singapura, dengan 251 proyek mencapai babak final.
Selain kursi roda, tantangannya mencakup pengendalian drone, lengan robot, robot berkaki empat, hingga pengetikan menggunakan sinyal otak.
AiMOGA belum merinci harga, jadwal ketersediaan, maupun hasil pengujian klinis kursi roda tersebut.