Para taruna dan taruni, terlibat langsung dalam rangkaian proses bisnis, mulai dari mengidentifikasi calon pembeli, melakukan korespondensi perdagangan internasional, menyeleksi bahan baku, menjaga mutu, hingga menyiapkan produk untuk pasar luar negeri.

"Nilai transaksi awal mungkin belum besar, tetapi yang lebih penting adalah terbukanya akses ke pasar internasional dan pengalaman taruna menjalani proses ekspor secara langsung. Dari sini, mereka belajar bahwa peluang usaha dapat dibangun dari potensi lokal, selama ada pengetahuan, kreativitas, kualitas produk, dan kemauan untuk membaca kebutuhan pasar," tutur Nyoman.

Pengalaman taruna OII Sidoarjo ini mencerminkan arah transformasi satuan pendidikan KP dalam memperkuat pendidikan vokasi yang terhubung dengan kebutuhan industri, peluang usaha, dan pasar kerja nasional maupun global.

Melalui pembelajaran berbasis praktik dan kemitraan dengan pelaku usaha, taruna tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga kerja kompeten, tetapi juga didorong menjadi wirausahawan yang mampu menciptakan peluang ekonomi.