NADIKABAR.COM — Tedy Alamsyah kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Periode 2026–2030 dalam Musyawarah Nasional (Munas) XII di Jakarta, Selasa.
Tedy yang sebelumnya memimpin Perbarindo periode 2022–2026 kembali dipercaya untuk memimpin organisasi yang mewadahi industri bank perekonomian rakyat (BPR) dan bank perekonomian rakyat syariah (BPRS) di Indonesia.
"Saya siap mengemban mandat dari seluruh anggota Perbarindo sebagai alat perjuangan industri BPR dan BPRS sekaligus mitra strategis khususnya bagi regulator dan 'stakeholder' lainnya," kata Tedy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Dalam kepemimpinan periode kedua, ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola, transformasi digital, serta regulasi yang lebih fleksibel dan sesuai dengan karakteristik industri BPR-BPRS.
Menurut dia, penguatan tersebut diperlukan agar BPR-BPRS dapat terus menjalankan perannya dalam menyediakan layanan keuangan bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro dan kecil di berbagai daerah.
"Salah satu tujuan industri BPR dan BPRS adalah memprioritaskan keberlanjutan usaha dengan melayani usaha mikro kecil di Indonesia dalam hal pembiayaan," ujarnya.
Tedy menilai penguatan kelembagaan dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha BPR-BPRS di tengah persaingan industri jasa keuangan.
Dari sisi kinerja, Perbarindo mencatat aset BPR tumbuh 4,25 persen secara tahunan hingga Juli 2026, sedangkan aset BPRS meningkat 12 persen.
Pada periode yang sama, kredit BPR tumbuh 3,12 persen secara tahunan, sementara pembiayaan BPRS meningkat 6,23 persen.
Dari sisi penghimpunan dana masyarakat, tabungan BPR tumbuh 4,21 persen dan tabungan BPRS meningkat 10,27 persen. Adapun deposito BPR tumbuh 2,14 persen, sedangkan deposito BPRS sekitar 4,5 persen.
Perkembangan tersebut dinilai menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat menjadi modal penting bagi keberlanjutan industri BPR-BPRS dalam memperluas layanan pembiayaan.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan BPR-BPRS mencapai Rp179,48 triliun pada Agustus 2026.
Porsi pembiayaan UMKM pada masing-masing industri juga melampaui 50 persen dari total kredit atau pembiayaan yang disalurkan.
Meski demikian, OJK masih mencatat 169 BPR-BPRS dengan modal inti di bawah Rp6 miliar, terdiri atas 137 BPR dan 32 BPRS. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian regulator dalam memperkuat permodalan, tata kelola dan daya saing industri.
Pemilihan ketua umum berlangsung dalam rangkaian Munas XII Perbarindo pada 19–21 Oktober 2026 di Jakarta yang diikuti 498 peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
Ketua Sidang Pleno Munas XII Joko Suyanto menyerahkan bendera panji pataka Perbarindo kepada Tedy sebagai simbol penyerahan mandat kepemimpinan organisasi periode 2026–2030.
Setelah terpilih, Tedy menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota Perbarindo yang kembali memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin organisasi melalui pemilihan secara aklamasi.
Munas XII juga membahas peninjauan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), penetapan program umum organisasi, serta evaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya.
Rangkaian kegiatan tersebut turut diisi seminar nasional bertema "Akselerasi Peran dan Fungsi Industri BPR-BPRS sebagai Mitra Strategis UMKM untuk Meningkatkan Kontribusi terhadap Ekonomi Nasional".
Tedy telah aktif di Perbarindo sejak 2006 dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum periode 2018–2022, Ketua Bidang Organisasi periode 2014–2018, serta Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perbarindo Yogyakarta.