NADIKABAR.COM — PT Sinar Sosro perusahaan yang memproduksi minuman berarorama teh melati, Tehbotol Sosro buka suara terkait video viral yang menunjukkan temuan salah produknya diduga mengandung sabun.
Melalui unggahan di akun Instagram resmi @tehbotolsosroid perusahaan menyampaikan akan bertindak tegas dalm menyikapi dugaan temuan produk mengandung sabun.
"Kami mengetahui adanya unggahan yang beredar dan kami menanggapi hal ini dengan serius," tulis Tehbotol Sosro, Rabu (28/10).
Untuk menindaklanjuti kondisi yang terjadi, Tehbotol Sosro tengah melakukan investigasi secara menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk memastikan fakta-fakta relevan terkait dugaan video viral yang beredar di masyarakat.
"Kami berkomitmen untuk meninjau setiap informasi secara cermat dan objektif, guna memastikan langkah tindak lanjut yang tepat," tambah Thebotol Sosro.
Ke depannya, produsen minuman teh tersebut memastikan akan terus mengutamakan kualitas, keamanan konsumen, serta kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan.
"Kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut, apabila proses investigasi telah memberikan kejelasan yang memadai," jelas produsen.
Sebelumnya beredar unggahan video di media sosial yang menunjukkan beberapa orang tengah memegang salah satu produk Tehbotol Sosro kemasan kotak.
Salah seorang dalam video viral menyatakan adanya dugaan sabun dalam produk Tehbotol Sosro kemasan kotak. Ia mengklaim saat mencabut sedotan yang menempel di kemasan produk, ditemukan adanya celah atau bolongan yang mengeluarkan busa dan diduga beraroma sabun.
"Jadi selama kita buka sedotan, dia pasti kebuka (kemasan tampak bercelah), dapet laporan dari depan juga gitu. Dan wanginya itu wangi sabun, dan dipencet ada busanya (sambil menekan produk)," ungkap pria dalam video viral tersebut.
Ia mengaku belum mencoba produk secara langsung usai menerima laporan dari rekan-rekan sesama aksi demonstrasi di sekitaran Jakarta Pusat.
"Tadi sih aku enggak nyoba, tapi beberapa yang nyoba itu semua, berbusa semua, rasanya rasa sabun semua," jelas pria tersebut
Ia dan sesama rekan aksi demonstrasi Rabu (28/10) itu mengklaim tidak mengetahui sumber Tehbotol Sosro terkait berasal. Produk disebut sudah berada di sekitaran jalan dan bebas untuk diambil oleh massa aksi hari itu.