Khusus di Indonesia, We Are Social mencatat jumlah pengguna internet tembus 221 juta atau setara 79,5% dari total populasi yang ada di dalam negeri. Meskipun tidak menyebut angka secara pasti, We Are Social menyebutkan streaming video, musik, dan konten digital menjadi salah satu penyumbang terbesar trafik internet di Indonesia.
Sementara itu, seorang host sekaligus content creator di Kampung Kaleng, Moya (23), turut merasakan dampak positif dari kehadiran industri kerajinan aluminium. Dia mengatakan membuat konten video hingga live streaming menghadirkan pengalaman baru dalam mempromosikan suatu produk.
Apalagi saat pertama kali mulai terjun dunia tersebut, rasa grogi untuk berbicara depan kamera kerap dirasakan olehnya.
"Dulu sih pas awal live streaming sempet grogi, sekarang sudah nggak," ungkapnya.
Saat live pun, dia mengatakan sejumlah persiapan dilakukan mulai dari berdandan, melakukan dekorasi di sekitar area live, dan mengatur pencahayaan. Menurutnya, langkah itu dilakukan untuk membuat konten menjadi lebih menarik.
"Kalau di sini live-nya 3 jam dengan mempromosikan kaleng kerupuk mini. Karena di sini produk unggulannya itu kaleng kerupuk mini," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada redaksi beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan hasil live tersebut pun digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan keluarga.
"Untuk kebutuhan sehari-hari," jelasnya.
Kontribusi UMKM Terhadap Perekonomian Nasional
Perajin kaleng Citeureup, Bogor, merupakan satu dari banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Data dari Kementerian UMKM menyebutkan terdapat 65,5 juta UMKM di Indonesia pada 2025.
Para pelaku UMKM telah menyumbang setidaknya 61% dari produk domestik bruto dan menyerap tenaga kerja mencapai 97%. Adapun struktur usahanya didominasi oleh kategori usaha mikro seperti yang dimiliki oleh Mansur bersama perajin lainnya di Kampung Dukuh, Bogor.
"Bayangkan, kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai 57-60 persen. Sementara sektor di luar UMKM hanya sekitar 40-43 persen. Jadi kalau kalian benar-benar ingin berkontribusi kepada bangsa dan negara, UMKM adalah salah satu ruang dan kesempatan terbaik itu," ujar Menteri UMKM Maman Abdurrahman dikutip dari website Kementerian UMKM.
Dari sisi aplikasi, Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang menilai pentingnya mendorong UMKM untuk lebih adaptif terhadap teknologi digital. Menurutnya, lewat keterampilan itu pelaku UMKM mampu memaksimalkan pasar digital.
"Ada tuntutan yang besar yang dirasakan pengusaha juga untuk terus melakukan pengembangan usaha yang terus harus terukur secara efisien. Tantangan krusial lainnya yaitu keterampilan digital dan pemasaran online. Terasa sekali dengan teknologi yang semakin berkembang, pelaku usaha dalam negeri juga harus terus meningkatkan lagi kemampuan digital mereka supaya bisa maksimal dalam memakai platform online dan teknologi, khususnya di dalam Shopee," kata Balques beberapa waktu lalu.
Selain adaptasi terhadap teknologi, dia mengatakan ada sejumlah tantangan lain yang perlu dihadapi oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka. Adapun tantangan tersebut mencakup bijak mengelola anggaran pemasaran, melindungi hak kekayaan intelektual (HKI), hingga mampu memperluas pasar di dalam hingga luar negeri.
Balques mengatakan untuk membantu pelaku UMKM, pihaknya memiliki sejumlah inovasi mulai dari pemasaran hingga menjangkau konsumen dalam dan luar negeri. Berbagai inovasi tersebut sengaja dihadirkan untuk membantu produk lokal agar bisa terus berkembang.
"Pertama, bisa buka akses untuk menjangkau jutaan pengguna melalui satu platform. Kita belum bisa katakan sempurna, tapi kita menuju ke sana. Kemudian meningkatkan eksposur. Eksposur ini penting karena produk lokal butuh ya di platform supaya lebih mudah ditemukan oleh konsumen dan juga bisa meningkatkan potensi pembelian sebagai tujuannya. Kemudian menyederhanakan proses manajemen stok, pemrosesan pesanan, akses logistik, dan juga untuk membuat proses operasional usaha jadi lebih efisien," ujarnya.
"Ada fitur-fitur dan program e-commerce juga yang bisa membantu penjual ekspansi jangkauan pasar ke seluruh negeri hingga akses yang mungkin Pak Budi juga sering dengar ya Pak, akses ekspornya Shopee, alhamdulillah terus bertumbuh. Dan terakhir, e-commerce seperti Shopee juga bisa membantu mengamankan merek, desain, dan inovasi produk dari praktik pemalsuan tadi atau pembajakan di platform," sambungnya.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Shopee. Menurutnya, kontribusi dari marketplace mampu memberikan efek positif terhadap ekosistem UMKM di Indonesia.
"Kita sering berkolaborasi dengan Shopee dan platform-platform e-commerce lainnya. Kenapa? Karena ekosistem e-commerce harus dibangun dengan baik. Seperti yang tadi Ibu Balques jelaskan, ekosistem itu terdiri dari produk atau seller (para pelaku UMKM), kemudian ada platform atau pedagang yang juga berjuang untuk memasarkan produk Bapak/Ibu semua, dan yang ketiga adalah konsumennya," tutupnya.