Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan, mempercepat inovasi lokal, serta memperluas manfaat digitalisasi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara itu, pilar ketiga, sovereign trust and resilience, menitikberatkan pada penguatan keamanan dan ketahanan digital.

Telkom berupaya mengembangkan kemampuan jaringan menjadi ekosistem digital yang adaptif, aman, dan andal dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.

Nanang juga menyoroti pentingnya konektivitas internasional dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Telkom terus membangun jaringan yang menghubungkan Indonesia dengan berbagai kawasan dunia, didukung infrastruktur domestik yang luas.

Penguatan jalur konektivitas internasional tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada rute tertentu sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk berperan lebih besar dalam lalu lintas data global, khususnya antara Asia dan kawasan dunia lainnya.

Dengan posisi tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengambil peran strategis dalam perkembangan ekonomi digital global.

Nanang menambahkan, kemitraan seperti Bali Tech Week menjadi sarana untuk menghubungkan masyarakat, gagasan, investasi, dan inovasi yang dapat membentuk masa depan digital Indonesia.

“Pada akhirnya, kita tidak hanya membangun jaringan, tetapi membangun kemampuan Indonesia untuk menentukan masa depan digitalnya sendiri,” pungkasnya.