Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno menyatakan bahwa evaluasi pelaksanaan buyback dilakukan dengan mengedepankan disiplin alokasi modal. Langkah tersebut didasarkan pada keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis dan prospek jangka panjang perusahaan.
"Kami meyakini Telkom memiliki fundamental bisnis yang kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Pelaksanaan buyback merupakan salah satu wujud keyakinan kami terhadap nilai Perseroan, seiring transformasi TelkomGroup melalui strategi TLKM 30 yang diarahkan untuk mengoptimalkan potensi bisnis dan meningkatkan nilai perusahaan," ujar Nanang.
Sementara, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Angelo, menambahkan bahwa aksi buyback dijalankan menggunakan dana internal perusahaan dengan pertimbangan kebutuhan operasional agar kondisi keuangan tetap terjaga.