Pengguna yang tidak memahami modus penipuan digital, mengabaikan pembaruan sistem operasi, atau sembarangan mengeklik tautan dapat membuka celah bagi pelaku kejahatan siber.
Risiko juga muncul ketika organisasi tidak segera mencabut hak akses pegawai yang telah mengundurkan diri atau vendor pihak ketiga yang sudah tidak bekerja sama. Akses yang masih aktif dapat dimanfaatkan untuk memasuki sistem dan melakukan penyalahgunaan.
βSebagian besar insiden sebenarnya bisa kita cegah dengan prosedur yang tepat dan perhatian yang memadai,β ujar Seno.
Karena itu, penguatan keamanan infrastruktur perlu disertai tata kelola akses yang disiplin, pembaruan perangkat lunak secara berkala, serta peningkatan kesadaran keamanan bagi seluruh pengguna.
Langkah-langkah tersebut menjadi bagian penting untuk memperkecil celah serangan sekaligus menjaga keandalan layanan digital.
Telkom menilai keamanan infrastruktur bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga membutuhkan konsistensi penerapan prosedur dan koordinasi antarpihak. Dengan pendekatan tersebut, konektivitas yang menjadi fondasi transformasi digital diharapkan dapat beroperasi secara lebih aman dan terpercaya.