NADIKABAR.COM — Telkomsel mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke dalam jaringan 5G. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas serta stabilitas layanan bagi para pelanggan.
Manager Network VIP and HVC Management Jabodetabek Telkomsel Muhammad Hidaya Rido Tarigan mengatakan setiap pengguna memiliki kebutuhan konektivitas yang berbeda. Karena itu, operator tidak bisa menerapkan pengaturan jaringan yang sama untuk seluruh pelanggan.
"Kita juga harus menyesuaikan kebutuhan pengguna. Kita tidak bisa memberikan setelan yang sama gitu ya kepada pengguna. Jadi, kita harus mendiferensiasikan masing-masing pengguna," ujar Rido dalam acara Ngopi Bersama Telkomsel 5G, Kamis (8/10/2026).
Menurut Rido, terdapat lima metrik utama yang menjadi perhatian dalam mengoptimalkan kualitas jaringan, yakni download throughput, upload throughput, latensi, jitter, dan packet loss. Kelima parameter tersebut disesuaikan secara otomatis dengan jenis aktivitas pengguna di lapangan.
Misalnya, pengguna yang lebih banyak menonton video membutuhkan kemampuan download yang baik. Sementara itu, kreator konten yang sering mengirim file berukuran besar membutuhkan kemampuan upload yang tinggi.
"Lima parameter ini yang biasanya kita sesuaikan, kita adjust, untuk membuat jaringan kita, konektivitas kita tuh menjadi stabil dan lancar. Jadi dengan masing-masing karakter tadi tuh, lima parameter ini yang biasanya kita monitor dan kita optimalkan," jelas Rido.