Pentingnya stabilitas jaringan ini turut dirasakan langsung oleh kreator konten Oza Rangkuti dan streamer Abi Azkakia. Oza menuturkan bahwa kombinasi koneksi 5G dan AI sangat memangkas waktu pemrosesan hingga pengiriman file konten yang berukuran besar.

"Kalau untuk konten kreator, sebenarnya masalah kami tuh di pengiriman file. Kayak ada habis syuting misalnya video dua jam, itu kan giga-gigaan tuh. kadang tuh lamaan kalau koneksinya jelek," tuturnya.

Di sisi lain, Abi menegaskan bahwa koneksi yang tidak stabil atau delay sangat merugikan profesinya sebagai live streamer. Ia mengaku bisa kehilangan momentum interaksi hingga diputus otomatis oleh platform streaming jika koneksi mendadak buruk.

"Seandainya koneksinya delay 30 detik aja, itu dari platform langsung matiin otomatis dan saya enggak bisa live streaming. Makanya kalau internet cepat tapi enggak stabil, ini fatal banget buat saya," pungkas Abi.

Melalui integrasi teknologi kecerdasan buatan ini, Telkomsel berkomitmen memperluas serta memaksimalkan kapabilitas 5G Powered by AI di berbagai wilayah. Pengalokasian sumber daya jaringan yang terotomatisasi diharapkan mampu menghadirkan pengalaman digital yang lebih stabil dan seamless bagi seluruh masyarakat Indonesia.