Berdasarkan analisis perusahaan, terdapat sekitar 107 kota yang dinilai layak menjadi sasaran investasi 5G.

Penentuan wilayah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan pasar agar pengembangan jaringan dapat memberikan manfaat nyata bagi pelanggan.

Nugroho menegaskan pendekatan selektif bukan berarti Telkomsel enggan memperluas 5G. Perusahaan tetap berkomitmen mengembangkan teknologi tersebut secara nasional, tetapi pelaksanaannya dilakukan bertahap dengan memperhitungkan efisiensi investasi.

Ia juga menilai kebutuhan pelanggan terhadap kualitas jaringan mulai berubah. Jika sebelumnya pengalaman internet lebih banyak diukur dari kecepatan mengunduh data, kini kemampuan mengunggah data turut menjadi kebutuhan penting.

Aktivitas seperti panggilan melalui WhatsApp dan siaran langsung membutuhkan kapasitas unggah yang memadai.

Menurut Nugroho, jaringan 5G dapat mendukung kebutuhan tersebut secara lebih optimal dibandingkan teknologi sebelumnya.