Yang membuat penemuan masif ini semakin luar biasa adalah adanya laporan yang menyebutkan bahwa temuan tersebut mengandung 138 gram emas per metrik ton bijih, sebuah tingkat kepadatan bernilai tinggi yang jarang ditemukan dalam industri penambangan emas.

"Banyak sampel inti batuan hasil pengeboran yang memperlihatkan butiran emas secara kasat mata," kata Chen Rulin, pakar pencarian bijih di Biro Geologi Provinsi Hunan.

Jika perkiraan 1.100 ton terbukti benar, temuan baru ini akan menjadi tambang emas terbesar dunia, bahkan melampaui tambang emas South Deep di Afrika Selatan yang memiliki cadangan 1.025 ton emas, menurut laporan Mining Technology.

Tambang-tambang di Indonesia, Rusia, Papua Nugini, dan Chili melengkapi daftar lima besar tambang emas di dunia. Sementara itu, tambang emas Carlin Trend dan Cortez, keduanya di Nevada Amerika Serikat, masing-masing menempati peringkat keenam dan kesepuluh secara global.