Secara historis, dunia telah menambang 233.000 ton emas, yang semuanya masih ada hingga kini dalam berbagai bentuk, dan dua pertiga dari aktivitas penambangan tersebut terjadi sejak tahun 1950.

China, yang saat ini produsen emas nomor satu di dunia dengan menyumbang sekitar 10 persen dari produksi global, sangat bergantung pada logam mulia tersebut. Negara ini menggunakan emas sekitar tiga kali lipat lebih banyak daripada yang ditambangnya setiap tahun.

Tingginya angka kebutuhan tersebut mengharuskan China membeli begitu banyak emas dari negara lain, sehingga menjadikannya juga sebagai importir utama logam berharga itu di dunia.

Dan kabar baik mengenai emas ini tampaknya belum berakhir. Menurut Liu Yongjun, wakil kepala biro tersebut, tambahan bijih emas juga ditemukan saat mereka melakukan pengeboran di area pinggiran situs penambangan tersebut.