NADIKABAR.COM — Perajin membuat kain tenun Sekomandi di Mamuju, Sulawesi Barat, sebagai bagian dari geliat kerajinan tradisional yang mewarnai ekonomi daerah.

Sulawesi Barat - Perajin membuat kain tenun Sekomandi di Mamuju, Sulawesi Barat, sebagai bagian dari geliat kerajinan tradisional yang mewarnai ekonomi daerah.

Pekerja memintal kapas untuk dijadikan benang kain Sekomandi di salah satu sentra industri Desa Bambu, Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (8/11/2026). Kain Sekomandi merupakan salah satu produk tenun tradisional khas Sulawesi Barat yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi. Proses pembuatannya yang mengandalkan keterampilan tangan para perajin menjadi daya tarik tersendiri dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya lokal. ANTARA FOTO/Akbar Tado

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Sulawesi Barat pada triwulan III 2026 tumbuh 5,29 persen secara kumulatif atau cumulative-to-cumulative (c-to-c). Pertumbuhan tersebut ditopang sejumlah sektor, dengan industri pengolahan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,38 persen. ANTARA FOTO/Akbar Tado

Selain industri pengolahan, sektor pertanian tumbuh 8,26 persen dan sektor konstruksi sebesar 8,13 persen. Capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Sulawesi Barat terus bergerak, sementara kerajinan tenun Sekomandi menjadi salah satu potret potensi industri lokal yang berakar pada tradisi masyarakat. ANTARA FOTO/Akbar Tado