Selain penyediaan air bersih, TEP mendampingi masyarakat di Distrik Segun dalam pembuatan kapal nelayan berbahan serat kaca (fiber) serta mendorong pengadaan pupuk kompos untuk membantu mengatasi keterbatasan pasokan pupuk.

Pendampingan juga mencakup pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), antara lain melalui pengolahan pisang menjadi keripik untuk dijual dan dipasarkan sebagai produk bernilai tambah.

Di Distrik Klamono, TEP turut mendukung pengembangan Klamono Agro Living (KAL), kawasan agroforestri yang dirintis pemuda setempat melalui kegiatan hidroponik, budi daya ikan, dan peternakan bebek.

Salah seorang perintis KAL, Theo Momot, mengatakan pendampingan mahasiswa membantu petani muda memahami pemilihan nutrisi dan bibit setelah sebelumnya menghadapi sejumlah kegagalan dalam mengembangkan tanaman hidroponik.

β€œKetika Tim Patriot masuk, saya sangat senang, karena ternyata masih banyak nutrisi atau bibit yang bagus, yang bisa menghasilkan hidroponik yang bagus untuk menambah pemasukan kami di sini,” kata Theo.

Ia menyebut pengembangan agroforestri di KAL telah mencapai hampir 60 persen. Ia juga mengatakan pendampingan tersebut membuat para petani muda semakin percaya diri melanjutkan kegiatan pertanian yang mereka rintis.

Lebih lanjut, Iftitah menegaskan pendampingan masyarakat perlu mengutamakan peningkatan kemampuan dan penguasaan teknologi agar manfaat kegiatan dapat berlanjut setelah masa penugasan peserta TEP berakhir.