βKata kuncinya adalah pemberdayaan dan keberdayaan, yang jauh lebih penting daripada bantuan yang sifatnya instan,β ucap Mentrans.
Ia menilai proses alih pengetahuan dan teknologi menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan masyarakat mengelola potensi ekonomi serta memenuhi kebutuhannya secara lebih mandiri.
Menurut Iftitah, masyarakat setempat juga berharap kegiatan pendampingan dan pemberdayaan tersebut dapat terus berlanjut.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sorong menyampaikan bahwa kegiatan Gelar Karya TEP Universitas Brawijaya pada 31 Oktober juga disertai penyerahan modul hasil kerja tim kepada pemerintah daerah.
Secara nasional, Kementerian Transmigrasi pada 2026 menugaskan 1.476 peserta TEP yang tergabung dalam 246 tim dari 10 perguruan tinggi mitra untuk melaksanakan riset, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat di 53 kawasan transmigrasi.
Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Brawijaya Unti Ludigdo berharap kegiatan yang dikembangkan mahasiswa bersama masyarakat dapat terus berlangsung setelah masa pendampingan berakhir
βEmbrio ekonomi sirkular sudah berjalan. Ini juga kita lakukan secara berkelanjutan. Mudah-mudahan keberlanjutannya tetap berjalan setelah kami meninggalkan area ini,β kata Unti.