Ia kemudian ikut mendirikan dua startup sebelum menjual sahamnya di kedua perusahaan tersebut. Hasil penjualan tersebut membantunya mendanai Linkerbot pada tahun pertamanya.

Alih-alih obot humanoid utuh, ia fokus pada bagian tangannya. Keputusan itu menempatkannya di salah satu tantangan rekayasa tersulit di robotika. Robot makin mampu berjalan, berlari, dan melakukan gerakan terkoordinasi, namun memanipulasi benda sehari-hari jauh lebih sulit.

Manusia melakukan tindakan-tindakan ini hampir secara naluriah, mengandalkan indera peraba dan kontrol otot yang presisi. Robot harus mencapai hasil serupa dengan menggunakan motor mini, sendi mekanis, sensor, dan software.

Tangan manusia memiliki sekitar 27 derajat kebebasan, merujuk pada berbagai cara persendiannya dapat bergerak mandiri. Model-model canggih Linkerbot menawarkan lebih dari 20 derajat kebebasan, yang memungkinkan jari-jarinya memanipulasi sekrup kecil, menggunakan perkakas, dan memainkan alat musik.

Teknologi Linkerbot menarik perhatian investor. Putaran pendanaan bulan April memberi valuasi perusahaan USD 3 miliar (Rp 54 triliun) menurut Forbes, yang juga memperkirakan kekayaan Zhou mencapai USD 920 juta berdasarkan 31% saham. Mereka mengejar putaran pendanaan lain yang menargetkan valuasi USD 6 miliar. Jika tercapai, Zhou akan jadi miliarder.