Upaya ini kemudian berujung pada pembobolan hot wallet atau dompet digital yang terhubung ke internet pada pekan lalu. Binance mengatakan bahwa total US$6,34 miliar berhasil dikuras dari dompet kripto dalam serangan tersebut.

Pada 20 Oktober, pelaku dilaporkan menggunakan komputer yang telah disusupi serta alat AI internal untuk mengambil alih kendali sistem milik teknisi tersebut dan seorang pengembang dompet digital lainnya dalam tim yang sama.

Kemudian, pelaku menggunakan komputer milik pengembang kedua dengan memanfaatkan kredensial yang dicuri dari teknisi pertama. Pelaku lalu menjalankan skrip berbahaya untuk melancarkan serangan psfs 29 Oktober 2026.

"Hal ini seharusnya tidak terjadi, dan kami meminta maaf atas kekhawatiran, gangguan serta ketidakpastian yang ditimbulkan terhadap pengguna, mitra, dan industri secara lebih luas," kata Binance, dikutip dari The Guardian, Selasa (3/11).

FBI menuduh Korea Utara sebagai dalang di balik peretasan ini. Pasalnya, wawancara kerja menggunakan teknologi deepfake dikenal sebagai salah satu metode dalam persenjataan siber di negara tersebut.