Menurutnya, perusahaan-perusahaan tersebut akan diminta menjalani pemeriksaan independen terhadap kegiatan operasional, hubungan antarperusahaan, serta rantai pasok mereka. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan turut berkontribusi terhadap kebakaran.

"Kabut asap disebabkan oleh kebakaran. Kebakaran terjadi akibat praktik bisnis yang tidak bertanggung jawab. Ini bukan fenomena alam," tegas Shanmugam di hadapan perwakilan perusahaan.

1. Bumitama Agri: CEO sekaligus Executive Chairman Lim Gunawan Hariyanto.2. First Resources: CEO sekaligus Executive Director Ciliandra Fangiono.3. Golden Agri-Resources: Chairman sekaligus CEO Franky Oesman Widjaja.4. Indofood Agri Resources: CEO sekaligus Executive Director Mark Julian Wakeford.5. Kencana Agri: CEO sekaligus Executive Director Albert Maknawi.6. TSH Resources: Chairman Kelvin Tan Aik Pen.7. Wilmar International: Chairman sekaligus CEO Kuok Khoon Hong.8. Sinar Mas Group: Penasihat Senior Bernard Tan, yang juga mewakili Asia Pulp & Paper Company dan Asia Pulp & Paper Company (China).

Shanmugam menegaskan kepada para perwakilan perusahaan bahwa pemeriksaan tersebut bukan bertujuan mencari pihak yang bisa dijadikan kambing hitam.

"Tujuan dari pemeriksaan ini bukan untuk mencari kambing hitam ataupun menyalahkan pihak tertentu demi kepentingan publik atau politik," ujarnya.

Menurutnya, perusahaan yang memiliki kegiatan usaha dan kepentingan bisnis di Singapura bertanggung jawab memastikan operasional serta rantai pasok mereka tidak berkontribusi terhadap kabut asap.

"Jika ada kekhawatiran mengenai keterlibatan suatu perusahaan, baik secara langsung maupun melalui hubungan bisnis atau rantai pasoknya, kami akan memeriksa fakta-faktanya secara menyeluruh," katanya.