"Kami mengambil kearifan orang tua kami, kami tidak meninggalkannya, dan mengadaptasi metode mereka agar sesuai dengan kebutuhan kami," katanya saat diwawancara stasiun televisi CGTN, dikutip dari VN Express, Senin (5/10/2026).

"Kami mengamati bagaimana mereka mengelola berbagai hal dan mengubahnya menjadi data numerik yang jelas yang semuanya dapat ditampilkan dalam grafik seperti ini," imbuhnya.

Dia mengatakan bahwa teknologi China menarik bagi petani karena terjangkau, mudah diakses, dan mudah digunakan, serta menyediakan solusi siap pakai yang secara bertahap dapat diintegrasikan dengan AI.

Teknologi ini menjadi semakin penting karena Thailand berupaya melindungi posisinya di pasar durian China yang luas. China adalah pasar durian terbesar Thailand. Thailand mengekspor durian senilai hampir USD3,79 miliar ke China pada paruh pertama 2026, yang mencakup 81% dari impor durian China, mengutip data bea cukai China.