Kloz Hirunburana, ketua Asosiasi Komersial untuk Keberlanjutan Pertanian Thailand, mengatakan bahwa China sangat menekankan pentingnya mengetahui asal-usul makanan, cara penanamannya, dan sejarahnya, sehingga teknologi menjadi penting bagi para petani yang ingin memenuhi standar pasar.

Seiring meningkatnya persaingan dan pengetatan persyaratan kualitas, Thailand beralih ke AI dan teknologi lainnya untuk meningkatkan konsistensi dan ketelusuran ekspor duriannya.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, Riset, dan Inovasi Thailand menyebutkan, perusahaan swasta telah mulai menggunakan AI untuk menilai kematangan durian. Para peneliti juga sedang mengembangkan sistem yang dapat menentukan apakah durian sudah matang tanpa perlu membelahnya, sehingga mengurangi ketergantungan pada metode tradisional untuk menilai kematangan.

Dorongan terhadap teknologi juga meluas ke sektor pertanian. Inisiatif Durian Digital Thailand telah membantu lebih dari 10.000 petani mengadopsi teknologi digital. Program ini mencakup catatan budidaya digital, manajemen air cerdas, dan sistem yang mendukung ketelusuran produk.