Menurut Warsh, keputusan menaikkan suku bunga juga mempertimbangkan kondisi perekonomian AS yang masih kuat, termasuk pasar tenaga kerja. Di saat bersamaan, inflasi masih berada di atas target dan ketegangan di Timur Tengah turut menjadi perhatian.

Kenaikan suku bunga sebenarnya sudah diperkirakan pelaku pasar. Sebelum keputusan diumumkan, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga mencapai lebih dari 90%.

Inflasi AS yang masih tinggi menjadi salah satu faktor yang memperkuat ekspektasi tersebut. Ditambah lagi, pernyataan Warsh beberapa pekan sebelumnya telah memberi sinyal bahwa The Fed berpeluang kembali menaikkan suku bunga setelah terakhir kali melakukannya pada Juli 2023.