"Menurut saya, tujuannya bukanlah menghambat roda perekonomian dan membuat orang kehilangan pekerjaan. Saya tidak berpikir kita harus melakukan itu," katanya.
Ia membeberkan suku bunga kebijakan The Fed yang lebih tinggi telah menunjukkan dampaknya melalui kondisi kredit yang sedikit lebih ketat. Imbasnya, investasi bisnis melambat dan dinilai turut berkontribusi terhadap pelemahan pasar saham baru-baru ini.
Menurut dia, apabila pelemahan pasar saham tersebut sukses menekan tingkat belanja keluarga berpenghasilan tinggi, kondisi ini berpotensi menjadi sumber tambahan disinflasi atau perlambatan kenaikan harga.