NADIKABAR.COM — Tidur menjadi salah satu kebutuhan penting bagi tubuh. Setelah menjalani berbagai aktivitas sepanjang hari, tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan energi. Sayangnya, tidur berlebihan tidak selalu baik bagi kesehatan dan sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, salah satunya depresi.
Mengutip dari WebMD, kebutuhan tidur setiap orang juga berbeda dan dapat berubah seiring bertambahnya usia. Remaja umumnya membutuhkan sekitar 9-10 jam tidur setiap malam, sementara itu, orang dewasa di bawah usia 65 tahun membutuhkan sekitar 7-9 jam. Bagi orang yang berusia di atas 65 tahun, waktu tidur yang disarankan sekitar 7-8 jam.
Tidur terlalu lama menjadi gejala depresi
Tidur terlalu lama ternyata bisa berkaitan dengan depresi, terutama pada remaja dan orang dewasa muda. Kondisi ini memang tidak selalu mudah dikenali karena setiap orang memiliki pola tidur yang berbeda, tetapi rasa kantuk yang berlebihan atau kebiasaan tidur lebih lama dari biasanya dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan.
Psychology Today menyebutkan sekitar 40 persen atau lebih orang dewasa di bawah usia 30 tahun yang mengalami depresi juga mengalami hypersomnia. Kondisi ini membuat seseorang merasa sangat mengantuk dan tidur lebih lama dari yang seharusnya.
Gangguan tidur pada orang dengan depresi juga tidak selalu berupa tidur berlebihan. Sebagian orang justru mengalami sulit tidur atau insomnia. Penelitian menemukan bahwa lebih dari 27 persen orang dewasa dengan depresi mengalami insomnia dan hypersomnia sekaligus. Kondisi ini juga lebih sering ditemukan pada orang dengan gejala depresi yang lebih berat.
Cara mengatasi kebiasaan tidur terlalu lama
Melansir dari WebMD, tidur lebih dari sembilan jam setiap malam belum tentu menandakan adanya masalah. Sebaiknya mulailah waspada jika setelah bangun tidur tubuh tetap terasa lelah atau mengantuk sepanjang hari. Lakukanlah konsultasi dengan dokter untuk mencari tahu penyebabnya.
Ada banyak hal yang bisa membuat seseorang tidur terlalu lama, mulai dari konsumsi alkohol, mengosumsi obat tertentu, atau mengalami masalah kesehatan. Jika penyebabnya berkaitan dengan obat yang sedang dikonsumsi, jangan menghentikannya sendiri tanpa arahan dari dokter.
Selain mencari tahu penyebabnya, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa membantu mengatur waktu tidur. Cobalah tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari agar tubuh terbiasa dengan jadwal tersebut. Hindari mengkonsumsi kopi dan alkohol sebelum tidur, serta mulailah untuk berolahraga secara rutin.
Bagi yang mengalami kesulitan saat bangun tidur, coba letakkan alarm jauh dari tempat tidur. Dengan begitu, tubuh harus bangun untuk mematikannya. Setelah bangun, usahakan tidak kembali ke tempat tidur. Cuci muka atau sikat gigi agar tubuh terasa lebih segar. Merapikan tempat tidur atau berjalan keluar rumah juga bisa membantu tubuh lebih siap memulai aktivitas.