NADIKABAR.COM — Dalam buku tersebut, Kadin menemukan setidaknya 107 isu strategis dan 407 usulan rekomendasi dalam 15 klaster yang selama ini menjadi batu sandungan bagi dunia usaha di Tanah Air.
Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Bisnis Dewan Pertimbangan Kadin, Didik J. Rachbini, mengungkapkan berbagai hambatan ini kerap kali membuat biaya ekonomi di Indonesia masih tinggi.
Kondisi tersebut dinilai membuat sektor industri sulit tumbuh maksimal untuk mengerek perekonomian nasional ke target pertumbuhan 7-8%.
"Perekonomian Indonesia masih menghadapi tantangan untuk keluar dari pertumbuhan yang bertahan di sekitar 5%. Pada triwulan II-2026 ekonomi tumbuh 5,29%. Angka ini patut disyukuri, tetapi belum cukup untuk membawa kita menuju sasaran 7-8%," kata Didik dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (20/10/2026).
Masalahnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak terjadi dengan sendirinya. Ia mencontohkan pada era deregulasi dan debirokratisasi tahun 1980-an, pemerintah secara sistematis mengurangi hambatan usaha, membuka ruang investasi, mendorong ekspor, dan memperkuat sektor industri.
Hasilnya, industri tumbuh tinggi dan menjadi lokomotif perekonomian.