NADIKABAR.COM — Tim gabungan dari berbagai unsur di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, telah memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) total seluas 503,47 hektare sepanjang periode 1 Januari hingga 2 Oktober 2026.

"Berdasarkan rekapitulasi yang kami lakukan, tercatat sebanyak 221 titik kebakaran yang terjadi dan berhasil ditangani oleh tim gabungan," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU Nurlaila di Penajam, Sabtu.

Karhutla tersebar di empat kecamatan. Wilayah Kecamatan Penajam menjadi lokasi dengan jumlah kejadian serta luasan terdampak terbesar, yakni 115 titik dengan total area terbakar 314,32 hektare. Kecamatan Babulu menyusul dengan 54 titik seluas 69,37 hektare, kemudian Kecamatan Sepaku 33 titik seluas 86,59 hektare, serta Kecamatan Waru 19 titik seluas 33,09 hektare.

Kebakaran melalap beragam jenis lahan, mulai dari lahan pertanian, perkebunan, semak belukar, padang rumput, hingga sebagian kawasan hutan.

Sebagian besar kejadian berlangsung pada rentang Agustus hingga September, saat musim kemarau mencapai puncaknya, yakni kelembapan tanah menurun tajam dan angin kerap memperluas jangkauan api.

Nurlaila menyampaikan bahwa seluruh penanganan dilakukan secara terpadu melibatkan personel BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, TNI, Polri, perusahaan, perangkat desa, kelurahan, dan relawan.

Pola mitigasi hingga penanganan mencakup pemadaman langsung di lokasi, patroli pencegahan harian, penyuluhan kesadaran kepada warga, hingga pemantauan titik rawan kebakaran dari menara pengawas.

Luasan terbesar masing-masing tercatat di Desa Girimukti, Kelurahan Gunung Seteleng, serta wilayah Desa Tengin Baru dan sekitarnya. Sebagian besar dapat dipadamkan dalam waktu relatif singkat, namun sejumlah titik memerlukan penanganan berkelanjutan karena angin yang berubah-ubah serta sifat lapisan lahan kering yang mudah terbakar kembali.

Hingga 2 Oktober, masih terdapat beberapa titik yang dalam pemantauan ketat, antara lain di Kelurahan Petung dan Kelurahan Lawe-Lawe, guna mencegah munculnya api kembali.

"Kami mengimbau masyarakat agar sepenuhnya menghentikan praktik pembakaran lahan untuk membuka lahan baru maupun membersihkan lahan yang sudah ada. Warga juga kami harap segera melapor ke posko atau nomor darurat jika melihat asap mencurigakan atau titik api yang berkembang," katanya.

Pemerintah daerah, kata dia, juga telah memperkuat posko siaga di seluruh kecamatan serta mengoptimalkan saluran air dan jalur akses pemadaman, guna mempercepat respons jika terjadi kebakaran baru di sisa masa kemarau tahun ini.