Hingga 2 Oktober, masih terdapat beberapa titik yang dalam pemantauan ketat, antara lain di Kelurahan Petung dan Kelurahan Lawe-Lawe, guna mencegah munculnya api kembali.

"Kami mengimbau masyarakat agar sepenuhnya menghentikan praktik pembakaran lahan untuk membuka lahan baru maupun membersihkan lahan yang sudah ada. Warga juga kami harap segera melapor ke posko atau nomor darurat jika melihat asap mencurigakan atau titik api yang berkembang," katanya.

Pemerintah daerah, kata dia, juga telah memperkuat posko siaga di seluruh kecamatan serta mengoptimalkan saluran air dan jalur akses pemadaman, guna mempercepat respons jika terjadi kebakaran baru di sisa masa kemarau tahun ini.