Meskipun harga minyak turun pada Kamis, kekhawatiran mengenai perang yang semakin intensif di Timur Tengah masih berlanjut. Di mana pesawat-pesawat tempur Arab Saudi menggempur Yaman, sementara kelompok Houthi melancarkan serangan drone dan rudal ke sejumlah kota di Arab Saudi.

Sementara itu, Badan Informasi Energi AS (Energy Information Administration/EIA) pada Rabu melaporkan penurunan persediaan minyak mentah AS yang lebih kecil dari perkiraan pada pekan lalu.

Stok minyak mentah di negara produsen minyak terbesar tersebut turun sekitar 640.000 barel pada pekan lalu. Angka itu jauh lebih kecil dibandingkan perkiraan penurunan sebesar 1,62 juta barel, berdasarkan jajak pendapat Reuters terhadap para analis energi.