NADIKABAR.COM — Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia pada 2026 tercatat sebesar 4,65 persen, mendekati angka 4,36 persen pada 1994. Data Badan Pusat Statistik (BPS) ini menunjukkan bahwa proporsi penganggur terhadap jumlah angkatan kerja kembali mendekati level pada tiga dekade lalu.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, pemerintah terus memantau dinamika ketenagakerjaan sebagai salah satu indikator utama kesejahteraan masyarakat dan efektivitas kebijakan ekonomi.

"Capaian TPT 4,65 persen ini mencerminkan keberhasilan berbagai program dorongan sektor riil dan investasi dalam memfasilitasi kebutuhan pasar kerja," ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto.

TPT merupakan persentase penganggur dibandingkan dengan total angkatan kerja. Angkatan kerja mencakup penduduk yang bekerja maupun yang sedang mencari pekerjaan.

Pada 2026, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 155,41 juta orang, hampir dua kali lipat dibandingkan era 1990-an yang tercatat sekitar 83,32 juta orang. Di tengah pertumbuhan tersebut, TPT berhasil dijaga pada level 4,65 persen.

Sebagai perbandingan, TPT Indonesia pernah mencapai 11,24 persen pada 2005. Angka tersebut kemudian naik menjadi 7,07 persen pada 2020, saat pandemi Covid-19 memengaruhi perekonomian dan pasar kerja. Tahun ini, TPT kembali turun menjadi 4,65 persen.

Haryo menambahkan, pemerintah akan terus meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan vokasi, peningkatan keterampilan, dan optimalisasi pemanfaatan industri.

Upaya ini ditujukan tidak hanya untuk menjaga tingkat pengangguran tetap rendah, tetapi juga mendorong tersedianya pekerjaan berkualitas yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

"Pemerintah terus berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas angkatan kerja melalui program pelatihan vokasi, upskilling, dan peningkatan utilisasi industri. Fokus kita bukan hanya mempertahankan angka pengangguran di tingkat rendah, tetapi juga memastikan penyerapan tenaga kerja yang berkualitas serta berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat," pungkas Jubir Haryo.