Selain itu, Sarmuji mendorong substitusi impor senilai Rp 400 triliun. Langkah ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 1,71% dan menghasilkan tambahan output ekonomi hingga Rp 627,58 triliun.
"Substitusi impor juga begitu sebesar Rp 400 triliun berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 1,71% dan menghasilkan tambahan output ekonomi sebesar Rp 627,58 triliun," jelasnya.
Sarmuji menjelaskan, pemerintah telah memberikan berbagai insentif bagi industri yang menggunakan produk dalam negeri seperti tax holiday, super tax deduction, tax allowance, dan pembebasan bea masuk untuk impor barang modal dan bahan baku.