Di tempat yang sama, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan pihaknya bersama mitra pilihannya akan fokus mengolah sampah lama yang sudah menggunung. Sementara itu, pemerintah saat ini mengelola PSEL.

"Yang kami akan olah adalah timbunan-timbunan sampah lama. Yang inilah yang mungkin sampai dengan sekarang masih belum ada yang bisa memilah ini. Kebetulan ada yang bisa dari partner kami, dari Pak Agus, Pak Agus itu dari pengelola, salah satu dirut di pengembang ini yang mampu mengerjakan ini. Jadi nanti dari sampah lama ini bisa 1.000 ton per hari diproses," katanya.

Maruli menyampaikan dalam proyek ini pihaknya membutuhkan lahan mencapai 5 hektare untuk fasilitas utama, ditambah area pre-treatment sekitar setengah hektare di tiap tempatnya. Dari lahan tersebut, ia memperkirakan dapat mengolah sampah lama sebanyak 1.000 ton per hari.

"Kalau itu bisa ada lahannya, bagaimana teknis penggunaannya, ini yang mungkin nanti saya akan ulas sedikit, kami bisa segera kerjakan. Jadi itu intinya," katanya.